3 Area Populer yang Tak Hanya Berfungsi Sebagai Tempat Istirahat

Bagi kamu yang ingin liburan tapi hanya punya budget cekak tampaknya wajib memilih Bandung sebagai tujuan utama. Tak cuma dikarenakan hawanya yang sejuk dan banyak tempat makan enak, di sini juga ada banyak lokasi keren yang bisa dikunjungi tanpa biaya. Ya, beberapa tahun terakhir Bandung memang terus berbenah dan pemerintah daerahnya punya misi khusus untuk memperbanyak area publik seperti taman.

Tak heran sekarang ini di Bandung bisa dijumpai banyak sekali taman yang bebas dimasuki tanpa dipungut biaya sepeser pun. Selain taman, ada juga beberapa publik area lain yang bisa dikunjungi dengan gratis. Hebatnya lagi, lokasi-lokasi ini memiliki desain yang keren sehingga bikin betah ngobrol berlama-lama atau bisa juga dijadikan lokasi foto. Berikut ini beberapa publik area keren di Bandung yang wajib dikunjungi.

Taman Jomblo

Taman Jomblo

Jangan sampai terkecoh dengan tempat ‘jomblo’ lain yang didirikan di banyak tempat di Indonesia, seperti dua di antaranya adalah Pedestrian Jomblo di Jambi ataupun Taman Jomblo di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Taman Jomblo satu ini adalah area publik yang sangat terkenal di Bandung. Bernama asli Taman Pasupati karena letaknya tepat di bawah Jembatan Pasupati, taman satu ini tidak seperti taman-taman pada umumnya karena digarap dengan seksama dan melibatkan arsitek hebat.

Terletak di Jalan Tamansari No 66, Coblong, Bandung, Taman Jomblo ini diresmikan oleh Ridwan Kamil yang waktu itu masih menjabat sebagai Walikota Bandung pada awal tahun 2014 lalu. Selain dapat digunakan sebagai tempat bersantai atau bahkan berpacaran, di tempat ini juga terdapat arena bermain skateboard.

China Town

China Town

China Town merupakan suatu kawasan di Bandung, tepatnya di Jalan Kelenteng No 41, Ciroyom, Andir, yang oleh Pemerintah Kota Bandung dialihfungsikan menjadi kampung wisata bergaya daerah di Cina. Untuk dapat masuk dan menikmati keindahan China Town ini, maka ada tiket khusus yang harus dibeli, yaitu Rp 10,000 untuk hari Senin sampai Kamis, sedangkan hari Juma sampai Minggu, tarifnya hanya 20,000 per kepala.

Di dalam China Town ini, hanya bangunan-bangunannya saja yang ditata dan dibuat semirip mungkin dengan daerah di Cina. Hanya saja, ada beberapa bangunan yang isinya bukanlah khas dari daerah Negeri Tirai Bambu tersebut.

Taman Vanda

Taman Vanda

Sejak tahun 2015 kemarin, banyak daerah-daerah di Bandung yang ditata ulang dan dibenahi segala sisinya oleh Pemerintah Kota Bandung. Pembenahan dan pembangunan tersebut dilakukan saat diperingatnya Konferensi Asia Afrika yang ke-60. Dulunya tempat ini sangat kumuh, kotor dan terkesan amburadul karena tidak ditata dan dijaga kebersihannya. Namun kini justru Taman Vanda menjadi satu tempat umum yang kerap didatangi seseorang hanya untuk bersantai saja.

Menurut cerita, dulunya tempat di mana sekarang didirikan Taman Vanda ini adalah sebuah gedung Panti Budaya yang oleh Universitas Padjajaran dipakai sebagai ruang kuliah bersama. Namun setelah tahun 1970-an, gedung tersebut kemudian beralih kepemilikan dan juga difungsikan sebagai bioskop dan tempat berlatih badminton serta berlatih tari Viatikara.

Dan di tahun 1980-an, bioskop yang dinamakan dengan nama Bioskop Vanda tersebut mengalami kejayaan. Banyak orang menonton film layar lebar di tempat itu. Sayangnya, pada tahun 1990, gedung Bioskop Vanda harus diratakan dan kemudian dibuatlah taman seperti yang terlihat sekarang ini dengan nama Taman Vanda.

Selain ketiga tempat wisata di atas, masih sangat banyak sekali destinasi wisata terkenal dan populer di Kota Bandung ini.

Rick Coleman Written by:

Comments are closed.