5 Museum Terkenal di Bandung yang Layak untuk Dikunjungi

Apa yang ada di benak kamu saat mendengar kata museum? Biasanya sih, banyak orang yang enggan ke museum dikarenakan lokasi satu ini memang identik dengan kesan membosankan. Apalagi kalau sedang liburan, museum pastilah jadi tempat terakhir yang ada di daftar kunjungan.

Tapi pemikiran-pemikiran seperti itu pasti akan berubah saat kamu datang ke beberapa museum di Kota Bandung ini. Di Bandung, ada banyak sekali museum yang menarik dan menyimpan berbagai kisah unik. Tak percaya? Yuk, jelajahi satu per satu museum berikut ini.

  • Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga merupakan salah satu sejumlah museum lain yang ada di Kota Bandung. Museum yang didirikian pada tahun 1974 tersebut sampai sekarang masih menggunakan gedung bekas Kawedanan Tegalega. Nama dari museum tersebut diambilkan dari gelar nama lain dari Prabu Siliwangi yang menjadi penguasa dan pemerintah di Kerajaan Sunda Galuh dari tahun 1482 sampai 1521.

Walaupun untuk keberadaan museumnya sudah diakui dan bahkan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 1980, Daoed Joesoef, namun untuk namanya baru tercatat secara resmi sejak tanggal 4 April 1990 yang mana ditandai dengan dikeluarkannya Kepmendikbud nomor 02223/0/1990.

  • Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung

Seperti namanya, Museum Geologi Bandung merupakan tempat untuk menyimpan dan memamerkan segala peninggalan bersejarah dan hasil mineral di Indonesia. Mulai dari fosil sampai dengan jenis-jenis batuan khusus terdapat dan disimpan rapi di Museum Geologi Bandung ini.

Bangunan untuk museum ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 sebagai bentuk dari keinginan Pemerintah Belanda untuk melakukan penyelidian dan analisa terkait dengan segala jenis batuan, mineral sampai dengan fosil yang ditemukan di Indonesia. Dikarenakan hal itu, maka dibangunlah gedung di daerah Rembrant Straat Bandung dan diberi nama Gelogisch Laboratorium yang akhirnya berganti menjadi Geologisch Museum.

  • Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika adalah sebuah bangunan yang didirikan kali pertama pada tahun 1895 dan pada saat itu dikenal dengan nama Sociƫteit Concordia. Pada tahun 1926, gedung tersebut kemudian direnovasi total. Sempat berganti nama menjadi Dai Toa Kaman saat penjajahan Jepang, akhirnya bangunan tersebut berhasil kembali direbut oleh tentara Indonesia.

Setelah digunakan sebagai tempat digelarnya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, bertepatan dengan peringatan 25 tahun digelarnya konferensi, akhirnya tercetus ide untuk membuat sebuah museum di tempat itu untuk mengenang segala kejadian bersejarah tersebut.

  • Museum Wangsit Mandala Siliwangi

Museum Wangsit Mandala Siliwangi

Museum Wangsit Mandala Siliwangi merupakan museum untuk menyimpan semua benda-benda atau peralatan perang sampai dengan senjata-senjata tradisional Sunda zaman dahulu serta beberapa kendaran tempur yang digunakan oleh pasukan Indonesia ketika melawan Belanda. Terdapat juga di museum tersebut lukisan dan foto-foto terkait dengan aksi bumi hangus yang dikenal dengan nama Bandung Lautan Api pada tahun 1946 dan juga lukisan romusha.

Bangunan dari museum tersebut masih menggunakan bangunan lawas yang dibangun sekitar tahun 1910-an. Bahkan desain arsitekturnya masih dipertahankan sampai sekarang. Sempat menjadi markas dari Divisi Siliwangi di tahun 1949 sampai 1950-an, akhirnya per tanggal 23 Mei 1966, bangunan tersebut secara resmi dijadikan museum.

  • Museum Mainan

Museum Mainan

Mungkin ini baru kali pertama dan satu-satunya di Indonesia di mana terdapat satu museum yang digunakan untuk menyimpan dan memamerkan segala jenis mainan yang diberi nama Museum Mainan Bandung. Ide untuk mendirikan Museum Mainan Bandung ini awalnya berasal dari keinginan para penggemar sekaligus kolektor mainan edukatif yang dikenal dengan nama Zero Toys untuk membuat satu tempat khusus bagi mereka berkumpul. Lama kelamaan, tempat tersebut akhirnya berkembang menjadi sebuah toko mainan yang kemudian dijadikan sebuah museum.

Di museum ini ada sangat banyak sekali mainan yang tersimpan dan dipamerkan dalam rak-rak kaca, mulai dari yang dibuat sebelum yaun 1980-an sampai yang terbaru. Rata-rata mainan yang dipajang adalah berbentuk robot dalam berbagai ukuran.

Rick Coleman Written by:

Comments are closed.