Fasilitas Umum Menarik di Bandung dalam Bentuk Sewa Sepeda

Selalu saja ada hal dan terobosan baru yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Bandung sejak dipimpin oleh Mochamad Ridwan Kamil sampai dengan Oded Muhammad Danial ini. Salah satu terobosan yang sangat menarik dan mungkin dapat ditiru di banyak kota di Indonesia adalah penerapan sepeda boseh. Apa itu sepeda boseh?

Boseh sendiri merupakan kependekan dari Bike On The Street Everybody Happy yang mana telah menjadi satu program Pemerintah Kota Bandung sejak beberapa bulan lalu. Setelah dicanangkan dan sekarang adalah waktunya untuk mengujicobakannya secara langsung ke masyarakat.

Sepeda boseh ini difungsikan sebagai pengganti kendaraan umum atau pribadi saat berada di tengah kemacetan dan sedang dalam posisi terburu-buru untuk menuju suatu tempat. Dikarenakan untuk memaksa menggunakan kendaraan umum atau pribadi tidak memungkinkan, maka dengan menggunakan sepeda boseh, segalanya menjadi lancar.

Memang bukan satu pemandangan baru bagi warga Bandung karena sepeda boseh ini sudah disediakan dan diujicobakan sejak satu tahun ini. Pemerintah Kota Bandung juga meletakkan sepeda-sepeda dengan cat warna biru itu sejumlah tempat, seperti taman dan daerah-daerah rawan macet serta beberapa titik keramaian di Bandung.

Walaupun disediakan untuk umum, namun bukan berarti sepeda boseh dapat seenaknya digunakan siapa saja selama berjam-jam apalagi sampai dibawa pulang ke rumah atau tempat kerjanya. Sepeda ini hanya merupakan fasilitas alternatif di tengah kemacetan atau di daerah ramai saja.

Untuk meminjam atau menyewa sepeda boseh ini, maka pihak penyewa harus mempunyai kartu khusus yang mana dapat dibeli di halte registrasi yang terletak di beberapa tempat, seperti di Alun-alun Kota Bandung, Jalan Cipaganti, Taman Cibeunying dan Graha Pos Banda. Dan untuk sementara ini sebelum benar-benar diresmikan, semua orang yang tidak memiliki kartu sewa khusus sepeda boseh ini dapat menggunakan kartu jaminan berupa e-KTP atau juga kartu pelajar yang masih aktif.

Boseh Sewa Sepeda

Sistem pembayaran sewa sepeda boseh ini menggunkan e-Money atau uang elektronik yang dapat didepositkan dan tersimpan dalam bentuk kartu pintar. PT Aino Indonesia selaku perusahaan teknologi yang bergerak dalam bidang pemrosesan pembayaran juga menjadi salah satu pihak yang diajak kerja sama oleh Pemkot Bandung dalam penyediaan sepeda boseh ini.

Direktur PT Aino Indonesia, Syafri Yuzal pun mengatakan bahwa sistem yang telah mereka rancang sangat mudah dan easy-using alias dapat dipahami oleh siapa saja. Dengan sistem yang sangat mudah tersebut maka siapa saja akan mengerti bahwa untuk menyewa sepeda boseh ini tidak menggunakan uang tunai, melainkan via kartu khusus. Syafri juga mengatakan bahwa digunakannya sistem tersebut guna mendunkung “Gerakan Nasional Non Tunai” yang kini sedang digalakkan pemerintah.

Selain proses registrasi dan untuk mendapatkan kartunya sangat mudah, penggunaannya pun tidak sulit. Para pengguna kartu tersebut hanya perlu menempelkannya ke sebuah alat berwarna biru yang telah disediakan dan kemudian memasukkan nomor PIN dan baru memilih menu untuk meminjam sepeda boseh itu. Dan secara otomatis, ketika sistem telah membaca PIN yang bersangkutan, maka locking docknya akan terbuka.

Setelah selesai menyewa atau menggunakannya, penyewa dapat langsung mengembalikan sepeda boseh itu ke dockingnya yang terletak di seluruh stasiun sepeda yang telah dibangun di Bandung. Untuk sementara ini kabarnya masih bersifat cuma-cuma, namun untuk selanjutnya akan dikenakan tarif Rp1.000 per jam dan Rp2.000 per jam berikutnya.

Untuk mengantisipasi hilangnya sepeda satu ini, telah disematkan di dalamnya sebuah GPS dan juga peranti khusus untuk mencatat data dari peminjamnya yang dapat diakses dari jarak jauh.

Menurut pihak Pemkot Bandung, sekarang ini ada 17 shelter atau stasiun pengambilan atau pengembalian sepeda boseh di Bandung. Mulai dari Simpang Dago, Simpang Cikapayang, Loop Station sampai dengan Taman Musik Centrum.

Rick Coleman Written by:

Comments are closed.